BERBAGI BERITA & INFORMASI

PPC Iklan Blogger Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Pernyataan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernyataan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 Agustus 2013

Banyak Langgar HAM, FPI Minta Densus 88 Dibubarkan

Habib Rizieq
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) mendesak agar Detasemen Khusus (Densus) 88 segera dibubarkan. Pasalnya, Densus 88 seringkali ceroboh dan melakukan pelanggaran HAM dengan asal menembak dan membunuh orang-orang yang diduga teroris. Padahal, ternyata orang-orang tersebut bukanlah teroris. Desakan ini disampaikan Ketua Umum FPI Muhammad Rizieq Husein Syihab dalam peringatan Milad ke-15 FPI yang digelar di Jl. Petamburan III, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2013). "Densus 88 pernah kita laporkan ke Komnas HAM, dan pernah kita laporkan ke Kapolri, karena Densus 88 arogan dan sering salah tembak dan salah tangkap," kata Habib Rizieq. Laporan itu diakuinya karena banyaknya pelanggaran HAM dan salah tembak yang menyebabkan seseorang yang dilakukan Densus 88. "Jadi kita sudah laporkan sejak lama ke Kapolri, ke pimpinan DPR dan Komnas HAM. Tapi sampai hari ini kurang direspon," jelasnya kecewa. Oleh karenanya, ia menegaskan bahwa para anggota Densus 88 harus diadili. Ini sebagai hukuman atas pelanggaran pembunuhan dan penembakan orang-orang yang tidak bersalah tersebut. FPI menyebut para anggota Densus 88 melakukan pelanggaran HAM berat. "Kita di sini tidak butuh koboi jahat yang membunuh orang, yang menembak orang," jelasnya. Bahkan, Rizieq mengaku sudah berkali-kali hendak mendiskusikan persoalan ini dengan Presiden SBY. Ini mengingat bahwa persoalan ini amat berbahaya jika terus dibiarkan, bahkan bisa mengancam stabilitas nasional. Hanya saja ia menyayangkan, sikap ragu dan lamban yang sudah biasa ditampilkan SBY tak kunjung berubah. Oleh karenanya, ia meminta SBY agar tegas dalam mengatasi masalah tersebut. "Berulang kali kita ingin bertemu presiden, kita ingin berdialog, memberikan masukan-masukan. Sampai hari ini presiden belum punya waktu," sesalnya.

Rakyat Bali Minta Otonomi Khusus Atau Merdeka

Wahai bpk presiden.. kmi kaum minoritas sllu tertekan & terjepit, mulai dari teroris, bom bali, sampai pembantaian etnis dan kerusuhan yang menarget warga Bali di Lampung dan Sumbawa dan wilayah lainnya di Indonesia. Kpda siapa kmi mengadu klo bpk cma suka kunjungan k luar negeri... Bpk presiden ku. Salahkah kalo nanti kami ganti rupiah dengan dolar, kami ganti burung garuda dngn ongkara, kami ganti pancasila dngan falsafah TRI KAYA PARISUDA. Bpk presiden kami capek dengan semua ini.. ingin rasa ny kami menjadi bagian dari negara AMERIKA/ AUSTRALIA, krn kami rasa mrka lbh bsa menerima kami. Bpk presiden, dlu kami bangga menjadi WNI tpi skrng sdh tdk lagi. Trimakasih bpk presiden... Krna ini mata kami mulai terbuka tentang arti sebuah TOLERANSI. Jika memang Bali NUMPANG di indonesia? Mengapa Bali masih menjadi tujuan wisata manca negara ! Jika memang Bali menyembah batu kata anda? Mengaapa Bali selalu damai dan sejahtera ! Apa sebenarnya salah Bali?mengaapa anda bom Bali sampai 2 KALI. Jika anda benci Bali, Mengapa pada saat libburan anda pergi ke BALI, Tapi,Tolong pikirkan,sudah benarkah anda?apa salah kami? Saudara2 anda disini makmur,tapi kenapa sauddara2 kami disana di siksa? Negara palestina berkonflik anda rela mati"an mndukung karena seiman,tapi dalam negerii anda tak hiraukan karena kami umat yg berbeda dan menjadi minoritas Seandainya ada kesalahan individu mengapa skampung yg mnjadi korban,,dibali orang luar bali kami hormati mreka salah kami tidak menghakimi,,apakah dimata anda ini tanda mulainya SARA dibedakan??? BACA DAN DENGARKAN SUARA KAMI YG HANYA INGIN HIDUP DAMAI..!!! Berikan Kami Otonomi Khusus atau Kami pulau Bali beserta 5 pulau lainnya akan bersatu untuk meMERDEKAkan diri dari Indonesia.... terima kasih Sumber : https://www.change.org Untuk: Pemerintah Indonesia, Kementrian Sosial RI Pemerintah Indonesia, Kementrian Pertahanan RI Pemerintah Indonesia, Kementrian Indonesia Bali Otonomi Khusus atau Merdeka Salam, [Nama Anda]

Amanat Ketua Presidium ASNLF pada hari ulang tahun Aceh Merdeka ke-36


Bismillahirrahmanirrahim

Assalammu’alaikum w.w.

Yang saya muliakan semua bangsa Aceh di seluruh dunia.

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, yang sudah memberikan nikmat hidup, langkah dan rezeki kepada kita semua. Salawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW. Begitu pula kepada para syuhada, kita panjatkan do’a semoga dilapangkan kuburnya dan mendapatkan syurga.

Pada tanggal 4 Desember ini, sama-sama kita memperingati hari proklamasi kemerdekaan Aceh. Hari yang begitu bersejarah bagi bangsa Aceh dalam abad ini. Hari ini dapat kita gunakan untuk mengevaluasi usaha kita dalam mengembalikan daulat bangsa Aceh dan sudah tentu pula dapat kita gunakan untuk merancang apa-apa yang harus kita lakukan agar dapat sampai pada tujuan tersebut.

Akhir tahun yang lalu kita sepakat untuk mengumpulkan rekan-rekan yang setia ke perjuangan di bawah payung perjuangan Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) atau dalam bahasa Melayu kita sebut Aceh Merdeka (AM).

Empat bulan setelah itu, pada tanggal 6-8 April 2012, kita telah berhasil bermusyawarah dengan hasil keputusan-keputusan penting yang menentukan bagaimana dan siapa yang meneruskan kerja-kerja perjuangan Aceh Merdeka. Dalam masa tiga hari tersebut, telah kita sahkan sebuah konstitusi sebagai pegangan kita semua dalam barisan ini, supaya kerja-kerja yang kita laksanakan dapat lebih teratur, terencana dan tidak bergeser ke arah yang bukan dalam tujuan mendirikan daulat bangsa.

Pada hari terakhir, peserta musyawarah ini telah memilih ketua, wakil ketua, dan juga anggota-anggota presidium, sebagai salah satu badan ASNLF untuk melaksanakan amanah-amanah perjuangan Aceh Merdeka.

Dalam masa kerja delapan bulan ini, pihak presidium telah mengambil langkah-langkah konsolidasi ASNLF, memperkenalkan diri pada badan-badan yang berkaitan dengan masalah Aceh dan yang paling penting adalah pemberitahuan dan pemberian penerangan kepada rakyat dan bangsa Aceh, bahwa perjuangan Aceh Merdeka masih berdiri dengan kokoh, belum lagi berakhir.

Untuk meningkatkan kemampuan kerja pengurus dan menjalin hubungan dengan pihak-pihak lain, ASNLF telah mengirim peserta dalam acara-acara pelatihan, misalnya dalam acara-acara yang diadakan oleh United Nations Human Rights Council (UNHRC) di Jenewa, Swiss dan Unrepresented Nations and People Organization (UNPO) di Belanda.

Berbagai media seperti website, blog, facebook, buletin pun telah kita buat dan kita gunakan untuk penerangan masalah dan alasan Aceh Merdeka dan publikasi berita-berita resmi ASNLF.

Pada awal kita bergerak kembali, ramai yang belum mengerti apa dan mengapa kita mengaktifkan kembali ASNLF, malah sering kita terima kata-kata penghinaan, terutama dalam akun facebook kita. Namun, dengan usaha-usaha penerangan yang kita lakukan secara teratur dan tidak henti-hentinya, dapat kita lihat adanya perubahan cara pandang dan cara berfikir orang-orang tersebut. Media-media yang ada di Aceh pun sudah sering memuat berita-berita tentang kita.

Walaupun begitu, masih banyak sekali pekerjaan dan masih sangat banyak orang yang dibutuhkan untuk bisa kita katakan bahwa perjuangan AM akan berhasil. Ramai yang bertanya, “Sejauh manakah sudah perjuangan AM?”. Waktu kita tanyakan kembali pada orang tersebut, “Apa yang sudah saudara perbuat hari ini untuk perjuangan AM?”. Sering sekali orang tersebut tidak mampu memberikan jawaban.

Apakah pernah terpikirkan oleh kita bahwa kemerdekaan Aceh akan datang begitu saja, tanpa usaha? Apakah pekerjaan besar ini akan mampu dijalankan oleh beberapa orang saja? Saya yakin, kita sepakat, bahwa Aceh tidak akan merdeka tanpa usaha dan do’a dari kita semua. Jadi sudah sepatutnya kita laksanakan agenda-agenda kerja ASNLF bersama-sama, menurut ilmu, serta kemampuan yang ada pada diri kita masing-masing.

Keyakinan kita dan tidak ragu-raguan hati kita dalam memerdekakan tanah leluhur kita adalah modal dasar dalam melaksanakan pekerjaan ini. Walaupun begitu, tidak dapat kita kesampingkan, bahwa kemampuan ekonomi adalah salah satu faktor penting yang menentukan apakah agenda-agenda kerja mampu ataupun tidak dapat kita laksanakan.

Dalam hidup kita ada masa senang, ada masa susah, ada masa berhasil, dan ada masa patah hati. Kegagalan sampai pada kekecewaan dalam perjuangan Aceh Merdeka adalah seperti masalah-masalah lain dalam hidup sehari-hari. Kita selalu ada harapan berhasil, kalau kalau kita mampu berdiri teguh kembali. Harapan Aceh Merdeka hanya akan punah kalau kita berhenti dalam berusaha (menyerah).

Perubahan dalam sejarah politik dunia dapat kita saksikan, begitu banyak contohnya, bahwa tidak ada masalah yang tidak mungkin dalam dunia ini.

Sebagai contoh, Skotlandia, salah satu negara dan bangsa di Eropa, walaupun sudah disatukan ke dalam kerajaan Inggris Raya selama lebih dari 300 tahun, mereka tidak menyerah dalam memperjuangkan kemerdekaan. Bahkan pada tahun 2013 akan diadakan sebuah referendum untuk menentukan kemerdekaan negeri tersebut.

Dalam pekara ini sudah sepatutnya kita berfikir dan mengambil pelajaran, mengapa bangsa Skotlandia tersebut menginginkan kemerdekaan dari Inggris, yang kita sadari sebagai suatu negeri yang sangat maju di dunia ini. Seperti yang kita ketahui Skotlandia sendiripun rakyatnya sejahtra dan negerinya merupakan salah satu pusat ekonomi di Eropa.

Contoh lain adalah Katalania, salah satu bangsa lain di Eropa, dengan klub sepak bola yang sangat terkenal dan kota besar Barcelona, mereka juga sedang berusaha untuk memisahkan diri dari Spanyol. Katalania sendiri adalah salah satu wilayah industri dan perdagangan yang sudah maju, tapi tetap menginginkan untuk berdiri sendiri, merdeka dari negara Spanyol.

Dari kedua bangsa tersebut, dapat kita lihat dengan jelas bahwa keinginan bangsa-bangsa tersebut untuk merdeka tidak bergeming, walaupun sudah begitu maju dan makmur. Bagaimana dengan kita bangsa Aceh? Apakah sudah cukup atawa boleh seperti itu?

Pada akhir bulan Agustus 2012, kita telah mengajukan permohonan untuk kembali menjadi anggota UNPO, agar ada pegangan yang lebih kuat untuk melakukan hubungan dengan pihak-pihak lain di tingkat internasional. Baru-baru ini, pada tanggal 28 November 2012, pihak ASNLF sudah diundang oleh pihak UNPO untuk menyampaikan berita masalah Aceh.

Hal ini bermakna bagi kita bangsa Aceh untuk lebih giat dalam bekerja dan juga agar lebih teratur, supaya cita-cita untuk mengembalikan daulat bangsa kita cepat berhasil di tanah pusaka. Akhir kata, salam rindu kami ke pada seluruh bangsa Aceh yang masih setia pada perjuangan leluhur dimana saja berada di dunia ini.

4 Desember 2012

Ariffadhillah
Ketua Presidium

*Terjemahan dari salinan resmi berbahasa Aceh

Sumber : Bioarabasta
Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal